Ajari Aku untuk Ikhlas

       Aku menyerah pada hati, ketika ketakutan lebih mendominasi dari pada sakit itu sendiri. Perih, ya! Seperti luka yang belum mengering, masih akan terasa perih jika tersiram air.

     Apakah aku perlu menutup mata? Berpura-pura tidak tahu dengan semua yang sedang terjadi? Atau aku harus bersikap bodoh seolah-olah itu hanya permainan belaka. Permainan hati yang bisa saja menghanyutkan diri.

     Ajari aku untuk ikhlas, Tuhan! ketika ketidakrelaan ini terus menyiksa diri. Walau aku sendiri tenggelam dalam kesakitan yang tak berkesudahan.

Ajari Aku untuk Ikhlas Aku menyerah pada hati, ketika ketakutan lebih mendominasi dari pada sakit itu sendiri. Perih, ya! Seperti luka yang belum mengering, masih akan terasa perih jika tersiram air. Apakah aku perlu menutup mata? Berpura-pura tidak tahu dengan semua yang sedang terjadi? Atau aku harus bersikap bodoh seolah-olah itu hanya permainan belaka. Permainan hati yang bisa saja menghanyutkan diri. Ajari aku untuk ikhlas, Tuhan! ketika ketidakrelaan ini terus menyiksa diri. Walau aku sendiri tenggelam dalam kesakitan yang tak berkesudahan.

Admin Muslim | 01.04 | Celoteh ABG
Đăng Bởi: GocLove Blog's
Sử Dụng: Miễn Phí
Hướng Dẫn Download
Chú ý: Để xem những game cùng thể loại với Ajari Aku untuk Ikhlas Aku menyerah pada hati, ketika ketakutan lebih mendominasi dari pada sakit itu sendiri. Perih, ya! Seperti luka yang belum mengering, masih akan terasa perih jika tersiram air. Apakah aku perlu menutup mata? Berpura-pura tidak tahu dengan semua yang sedang terjadi? Atau aku harus bersikap bodoh seolah-olah itu hanya permainan belaka. Permainan hati yang bisa saja menghanyutkan diri. Ajari aku untuk ikhlas, Tuhan! ketika ketidakrelaan ini terus menyiksa diri. Walau aku sendiri tenggelam dalam kesakitan yang tak berkesudahan. các bạn vui lòng truy cập vào link sau: , Những game mới miễn phí sẽ được cập nhật thường xuyên!

Ajari diriku untuk Ikhlas
Ajari Aku untuk Ikhlas.

       Aku menyerah pada hati, ketika ketakutan lebih mendominasi dari pada sakit itu sendiri.
Perih, ya!!!
Seperti luka yang belum mengering, masih akan terasa perih jika tersiram air.

     Apakah aku perlu menutup mata? Berpura-pura tidak tahu dengan semua yang sedang terjadi? Atau aku harus bersikap bodoh seolah-olah itu hanya permainan belaka. Permainan hati yang bisa saja menghanyutkan diri.

     Ajari aku untuk ikhlas, Tuhan! ketika ketidakrelaan ini terus menyiksa diri. Walau aku sendiri tenggelam dalam kesakitan yang tak berkesudahan.
       Aku menyerah pada hati, ketika ketakutan lebih mendominasi dari pada sakit itu sendiri. Perih, ya! Seperti luka yang belum mengering, masih akan terasa perih jika tersiram air.

     Apakah aku perlu menutup mata? Berpura-pura tidak tahu dengan semua yang sedang terjadi? Atau aku harus bersikap bodoh seolah-olah itu hanya permainan belaka. Permainan hati yang bisa saja menghanyutkan diri.

     Ajari aku untuk ikhlas, Tuhan! ketika ketidakrelaan ini terus menyiksa diri.
Walau aku sendiri tenggelam dalam kesakitan yang tak berkesudahan.

Đọc Tiếp:

Truyện Cùng Chuyên Mục

0 komentar :

Posting Komentar

Danh Mục Game Mobile

Mengenai Saya

Foto saya
Kangs Ilham adalah seorang anak kampung,yang bodoh dan Tidak Lulus Sekolah,Namun Berusaha mencari ilmu,Dan Pengalaman di mana saja,asalkan bisa membantu,ini adalah Blogger Kangs ilham yang ke 1020,dan mudah mudahan blog ini menjadi satu satunya blog yang sering kangs ilham update,kangs ilham lahir di jakarta tepatnya pas ibunda kangs ilham sedang berusaha mengeluarkan kangs ilham dalam rahim beliau,tepatnya Di jakarta pada tahun 1987 Bulan Februari tanggal 28,Dan kangs ilham kecil adalah salah satu anak yang mungkin saja banyak kekurangan sewaktu itu,namun kangs ilham kecil berusaha agar bisa menjadi manusia yang berguna Bagi sesama.

Ajari Aku untuk Ikhlas Aku menyerah pada hati, ketika ketakutan lebih mendominasi dari pada sakit itu sendiri. Perih, ya! Seperti luka yang belum mengering, masih akan terasa perih jika tersiram air. Apakah aku perlu menutup mata? Berpura-pura tidak tahu dengan semua yang sedang terjadi? Atau aku harus bersikap bodoh seolah-olah itu hanya permainan belaka. Permainan hati yang bisa saja menghanyutkan diri. Ajari aku untuk ikhlas, Tuhan! ketika ketidakrelaan ini terus menyiksa diri. Walau aku sendiri tenggelam dalam kesakitan yang tak berkesudahan.

Ajari diriku untuk Ikhlas
Ajari Aku untuk Ikhlas.

       Aku menyerah pada hati, ketika ketakutan lebih mendominasi dari pada sakit itu sendiri.
Perih, ya!!!
Seperti luka yang belum mengering, masih akan terasa perih jika tersiram air.

     Apakah aku perlu menutup mata? Berpura-pura tidak tahu dengan semua yang sedang terjadi? Atau aku harus bersikap bodoh seolah-olah itu hanya permainan belaka. Permainan hati yang bisa saja menghanyutkan diri.

     Ajari aku untuk ikhlas, Tuhan! ketika ketidakrelaan ini terus menyiksa diri. Walau aku sendiri tenggelam dalam kesakitan yang tak berkesudahan.
       Aku menyerah pada hati, ketika ketakutan lebih mendominasi dari pada sakit itu sendiri. Perih, ya! Seperti luka yang belum mengering, masih akan terasa perih jika tersiram air.

     Apakah aku perlu menutup mata? Berpura-pura tidak tahu dengan semua yang sedang terjadi? Atau aku harus bersikap bodoh seolah-olah itu hanya permainan belaka. Permainan hati yang bisa saja menghanyutkan diri.

     Ajari aku untuk ikhlas, Tuhan! ketika ketidakrelaan ini terus menyiksa diri.
Walau aku sendiri tenggelam dalam kesakitan yang tak berkesudahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar